Hubungan jarak jauh atau Long Distance Relationship (LDR)

Hubungan jarak jauh atau Long Distance Relationship (LDR), banyak yang sanggup bertahan, tapi lebih banyak yang gagal. Jika Anda tipe extrovert, tak bisa sendiri, lebih baik jangan mencoba.Sejatinya manusia tidak bisa sendiri. Mereka yang tahan untuk sendiri dalam jangka waktu lama, menjalani LDR, pastinya berkaitan dengan karakter tertentu atau kondisi yang memaksa.

 

LDR bisa berjalan jika:
  • Harus ada komitmen kuat –bukan hanya soal tidak berselingkuh (atau boleh berselingkuh asal tidak ketahuan), tapi komitmen pada hal-hal detil yang disepakati bersama, seperti jadwal menelepon dan bertemu fisik.⠀
  • Karena LDR sejatinya tidak sehat, maka harus ada batas untuk mengakhirinya. Apapun penyebabnya: Pernikahan, atau akhir masa dinas. Sehingga Anda dan si Dia punya harapan untuk –akhirnya– bisa berkumpul bersama.
  • Hati-hati dengan kalimat menyerah, atau bahkan tak peduli seperti “Ya sudah, kalau kamu sibuk tak usah menelepon”. Ini tanda hubungan memasuki fase ‘sakit’. Perbaiki sesegara mungkin dengan bertemu, dan menciptakan suasana agar kembali hangat.
  • Jangan terlalu bangga dengan sikap mandiri.

Karena sejatinya, manusia saling bergantung.
Saat bertemu, jangan bawa-bawa pekerjaan atau hal lain di luar cinta Anda berdua
Hubungan jarak jauh atau Long Distance Relationship (LDR) Hubungan jarak jauh atau Long Distance Relationship (LDR) Reviewed by Nora Wendy on Januari 06, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.